MAKALAH
SISTEM
PENCERNAAN

KELOMPOK
5
DI
SUSUN OLEH:
ASTANNI
ASRULLAH
A.NIAR
DAMAYANTI
EVI
ASTUTI
MUSPIANA
PRODI
PENDIDIKAN BIOLOGI (S1)
STKIP
PUARIMAGGALATUNG SENGKANG
2016
A.
Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan
(digestive system) merupakan sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan
sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan
yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan
dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan dan dibagi menjadi
3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga
lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi
di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
Gambar
lengkap sistem pencernaan pada manusia :
Sistem
Pencernaan Manusia
Pencernaan
makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang
lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi
molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan.
Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari
bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan
diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Proses pencernaan makanan
pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
1. proses
pencernaan secara mekanik
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi,lambung dan usus. Gerakan gigi seri memotong makanan, gigi taring merobek makanan, gigi geraham mengunyah makanan serta lambung dan usus melakukan gerakan meremas makanan merupakan pencernaan mekanik.
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi,lambung dan usus. Gerakan gigi seri memotong makanan, gigi taring merobek makanan, gigi geraham mengunyah makanan serta lambung dan usus melakukan gerakan meremas makanan merupakan pencernaan mekanik.
2. proses
pencernaan secara kimiawi
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia
Alat pencernaan pada manusia
1.GIGI
Rongga
mulut termasuk gigi dan lidah

Fungsi
- Gigi untuk memotong makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak gigi merupakan bagian gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
- Lidah untuk mengaduk makanan yang kita makan yang dibantu oleh ludah yang dikleuarkan oleh kelenjar ludah dan juga membantu dalam proses menelan, selain itu juga ikut berperan dalam pengecapan rasa manis, pahit atau lainnya.
·
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah
dalamrongga mulut ada 3 pasang, yaitu :
- Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga menghasilkan ludah yang berbentuk cair.
- Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
Kelenjar sublingualis, terletak di bawah
lidah fungsi keduanya menghasilkan getah yang mengandung air dan lender.
2.KERONGKONGAN
Kerongkongan
(esofagus) adalah tabung yang menghubungkan mulut dengan lambung yang
dilengkapi dengan katup

Menyalurkan makanan dari mulut ke
lambung dengan gerakan peristaltik dan mencegah makanan tidak kembali ke mulut.
Proses ini otomatis dan orang biasanya tidak menyadari hal itu. Banyak orang
yang akan mulai merasakan kerongkongannya ketika menelan sesuatu yang terlalu
besar, atau ketika Anda meminum cairan yang sangat panas atau sangat dingin.
Saat itu anda akan merasakan gerakan makanan atau minuman berjalan ke
kerongkongan kemudian lambung, yang mungkin merupakan sensasi tidak nyaman.
Makanan akan melewati kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik.
Secara khusus, menghubungkan faring, yang merupakan rongga tubuh yang umum bagi
pabrik pencernaan dan sistem pernapasan dengan lambung, di mana tahap kedua
pencernaan dimulai.
3.LAMBUNG
Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk
mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga
badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim
pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung (HCl). Berikut adalah
gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:

Lambung terdiri dari tiga bagian
utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas lambung yang
berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga
makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di
bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter
pilorus.
4.USUS
HALUS
Usus halus terdiri dari duodenum
(usus duabelas jari), jejenum (usus kososng) dan ileum

- Penyerapan sari-sari makanan, illeum berfungsi untuk menyerap vitamin B12 dan garam empedu.
- Duodenum adalah bagian yang pertama dan terpendek dari usus halus. Kebanyakan pencernaan kimia terjadi di sini, dan banyak enzim pencernaan aktif dalam duodenum (lihat Tabel di bawah). Beberapa diproduksi oleh duodenum itu sendiri. Lainnya diproduksi oleh pankreas dan disekresikan ke dalam duodenum.
- Jejunum adalah bagian kedua dari usus halus, di mana sebagian besar nutrisi diserap ke dalam darah. Seperti ditunjukkan pada Gambar di bawah, selaput lendir yang melapisi jejunum ditutupi dengan jutaan proyeksi seperti jari mikroskopis, disebut vili (tunggal, villus). Villi mengandung banyak kapiler, dan nutrisi dilewatkan dari vili ke dalam aliran darah melalui kapiler. Karena ada begitu banyak vili, mereka sangat meningkatkan luas permukaan untuk penyerapan.
- Ileum adalah bagian ketiga dari usus halus. Sebuah nutrisi yang tersisa diserap di sini. Seperti jejunum, permukaan bagian dalam dari ileum ditutupi dengan vili yang meningkatkan luas permukaan untuk penyerapan.
Usus
halus memiliki tiga fitur yang memungkinkan untuk memiliki luas permukaan serap
besar dikemas ke dalam ruang yang relatif kecil:
lipatan Mukosa : Permukaan dalam usus halus tidak rata, tetapi
dilemparkan ke dalam lipatan melingkar. Hal ini tidak hanya meningkatkan luas
permukaan, tetapi membantu mengatur aliran makanan yang dicerna melalui usus
Anda.
Villi:
Lipatan membentuk berbagai proyeksi kecil yang menonjol ke dalam ruang terbuka
di dalam usus halus Anda (atau lumen).
Mikrovili:
Sel-sel pada vili yang dikemas penuh dengan struktur mirip rambut kecil yang
disebut mikrovili. Ini membantu meningkatkan permukaan setiap sel individu.
3.USUS
BESAR
Usus
besar terdiri dari kolon asenden, desenden, dan transversum

Menyerap
air untuk menjaga keseimbangan cairan, pembusukan makanan yang dibantu oleh
bakteri adalah fungsi usus besar.
Usus
besar terdiri dari bagian-bagian berikut:
Sekum:
Bagian pertama dari usus besar Anda terlihat seperti kantong, sekitar dua inci
panjangnya.
Kolon:
Ini adalah bagian utama dari usus besar; Anda mungkin pernah mendengar orang
berbicara tentang usus sendiri mengacu pada kolon. Usus besar juga merupakan
tempat utama untuk reabsorpsi air, dan menyerap garam bila diperlukan. Usus
besar terdiri dari empat bagian:
- kolon Ascending : Menggunakan kontraksi otot, ini bagian dari usus besar yang mendorong setiap puing-puing makanan tercerna naik dari sekum ke lokasi tepat di bawah ujung kanan bawah hati.
- kolon transversus: Makanan bergerak melalui bagian kedua dari usus besar, di bagian depan (anterior) dinding perut Anda, berjalan dari kiri ke kanan tepat di bawah perut Anda.
- kolon Desensen: Bagian ketiga dari usus yang mendorong isinya berada di dekat limpa, turun ke sisi kiri bawah perut Anda.
Kolon sigmoid: akhir usus besar
berbentuk S, melengkung ke dalam di antara Anus Untuk membuang limbah padat
dari sisa makanan yang tidak tercerna.
1. Gastritis

Gastritis adalah suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.
2. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.
3.diare
Diare dapat terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.
Diare dapat terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.
4. Konstipasi
Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.
5. Apendisitis

Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya, .
6.
Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Timbul
rasa sakit dan nyeri
Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.
7. Maag

Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.
8. Keracunan
Keracunan
makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri
Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.
9. Tukak Lambung
9. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.
DAFTAR
PUSTAKA




EmoticonEmoticon