Tugas Pendidikan Lingkungan Hidup
PENATAAN RUANG KELAS
DAN PENGATURAN KELAS
Di
S
U
S
U
N
Oleh
Andika
Febriyanto
Nurul
Indayani
Tenri
Baso
Aniah
Putri
Rudianto
Suparti
Yusrianto
Asrul
Ismail
Marsuki
SMAN 1
MANIANGPAJOBAB I
PENDAHULUAN
•
Latar
Belakang
Sebagian besar kondisi fisik dan pengaturan ruang kelas yang
kurang sesuai memiliki pengaruh terhadap kemungkinan munculnya gangguan
terhadap proses belajar mengajar. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas
konsentrasi siswa. Temperatur ruangan yang terlalu dingin atau panas dan sistem
ventilasi yang kacau misalnya, dapat menurunkan konsentrasi siswa. Terkadang,
perabotan serta materi fisik penunjang proses pembelajaran perlu ditata
sedemikian rupa untuk membuat siswa mampu memusatkan perhatian mereka terhadap
pembahasan dalam forum kelas. Karena peletakan media peraga atau material lain
yang tidak pada tempatnya akan menyebabkan terhalangnya pandangan siswa
terhadap fokus
pembelajaran.
Agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan efektif, seorang
guru perlu memperhatikan pengaturan dan penataan ruang kelas dalam proses
belajar mengajar. Karena ketika ruangan kelas tertata dengan teratur dan
nyaman, proses pengajaran akan berjalan dengan
baik.
2.
Rumusan Masalah
Dalam pelaksanan proses belajar mengajar terdapat berbagai
permasalahan terkait dengan penataan dan pengaturan ruang kelas, dan pada
makalah ini kami mengambil rumusan masalah sebagai berikut :
•
Bagaimanakah penataan ruang kelas
dalam Pengelolaan Kelas itu?
•
Apakah yang menjadi bagian dari
Pengaturan Lingkungan Fisik Kelas ?
•
Bagaimanakah hendaknya pengaturan
tempat duduk siswa itu?
3.
Tujuan penulisan
Dari rumusan masalah tersebut dapat kami sampaikan tujuan
penulisan makalah kami, yaitu :
•
Untuk mengetahui tentang penataan
ruang kelas dalam pengelolaan kelas.
•
Untuk mengetahui tentang bagian dari
pengaturan lingkungan fisik kelas.
•
Untuk mengetahui tentang
bermacam-macam bentuk tempat duduk siswa.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
•
Pengertian
Penataan Ruang Kelas dalam Pengelolaan Kelas
Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu
diperhatikan pengaturan dan penataan ruang kelas/belajar. Penyusunan dan
pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan
memudahkan guru bergerak secara kuasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam
pengaturan perlu diperhatikan hal-hal berikut: Ukuran dan bentuk kelas, bentuk
serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah siswa dalam kelas, jumlah siswa
dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, komposisi siswa dalam kelompok
(seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita)
Dalam hal ini, kami akan menguraikan pada pembahasan
mengenai pengaturan kondisi ruangan kelas, pengaturan tempat duduk, dan
pengaturan alat-alat pengajaran.
•
Pengaturan Kondisi Ruangan Kelas
Kegiatan
belajar mengajar mencakup segala jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan,
baik secara langsung ataupun tidak, yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan –
tujuan pengajaran yang telah digariskan. Adapun faktor – faktor yang harus
dilakukan dalam penyelenggaraan kelas, yaitu :
•
Ventilasi dan Tata
Cahaya
Kondisi
–kondisi yang perlu diperhatikan didalam ruang kelas adalah :
•
Ada ventilasi yang sesuai dengan
ruangan kelas
•
Sebaiknya tidak merokok
•
Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
•
Cahaya yang masuk harus cukup
•
Masuknya dari arah kiri, jangan
berlawanan dengan bagian depan
•
Pemeliharaan Kebersihan dan Penataan
Keindahan Ruang Kelas
Pemeliharaan
Kebersihan
•
Siswa bergiliran untuk membersihkan
kelas
•
Guru memeriksa kebersihan dan
ketertiban dikelas
Penataan
Keindahan
•
Memasang hiasan dinding yang
mempunyai nilai edukatif (contohnya Burung Garuda,
Teks Proklamasi, Slogan Pendidikan, Para Pahlawan, Peta/Globe)
•
Mengatur tempat duduk siswa, lemari,
rak buku, dan semacamnya secara rapi (Untuk penempatan buku diletakkan di depan
dan alat peraga di belakang)
•
Merapikan meja guru dengan memakai
taplak meja, vas bunga, dan sebagainya
•
Pengaturan Tempat Duduk
Pada prinsipnya, kriteria tempat duduk yang memadai adalah
tempat duduk yang bisa menunjang kegiatan belajar mengajar, yaitu aman dan
nyaman untuk dipergunakan. Di antara aspek yang perlu diperhatikan mengenai
tempat duduk di antaranya adalah sebagai berikut :
•
Segi Keamanan
Guru atau murid yang menempati tempat duduk tersebut
benar-benar merasa aman sehingga tidak perlu khawatir akan jatuh atau celaka.
Dengan demikian mereka dapat berkonsentrasi terhadap kegiatan belajar mengajar
yang sedang berlangsung.
•
Segi Kenyamanan
Kenyamanan di sini bukan berarti tempat duduk itu harus
empuk (tetapi jika mampu demikian tidak masalah), melainkan tempat duduk
tersebut cukup enak digunakan, dilihat dari alas yang diduduki harus datar dan
jangan sampai miring, mempunyai sandaran, tidak terlalu ke depan atau ke
belakang. Perbedaan tinggi antara tempat duduk dengan tempat menulis harus
memadai.
•
Segi Ukuran
Agar merasa aman dan nyaman, sebaiknya diperhatikan kondisi
tempat duduk yang memenuhi hal-hal berikut :
•
Tempat duduk guru lebih tinggi dari
tempat duduk siswa, agar guru mudah mengawasi setiap kegiatan siswa.
•
Meja dan kursi untuk siswa sebaiknya
:
•
Terpisah, agar memudahkan pengaturan
untuk kegiatan lainnya.
•
Bentuknya sederhana, kokoh, dan
bahannya kuat.
•
Ukuran daun meja adalah 100cm x 50cm
(standar)
•
Tinggi meja kurang lebih setinggi
pinggul siswa.
•
Tinggi kursi kurang lebih setinggi
lutut siswa.Bentuk dan ukuran tempat yang digunakan sekarang bermacam-macam,
ada yang satu tempat duduk untuk beberapa orang, atau hanya untuk seorang
siswa. Sebaiknya tempat duduk siswa ukurannya tidak terlau besar, agar mudah
diubah-ubah formasi tempat duduknya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, pada
pengajaran dengan cara berdiskusi, maka formasi tempat duduk sebaiknya
berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dengan metode ceramah, tempat
duduknya sebaiknya berderet memanjang kebelakang atau berbentuk farmasi tapal
kuda (pola ini guru berada di tengah siswa). Pola ini dapat digunakan apabila
pelajaran banyak memerlukan tanya jawab antara guru dan siswa dan lebih
memudahkan saling berkomunikasi atau konsultasi. Di samping susunan meja dan
kursi yang fleksibel menurut pola formasi tertentu, khususnya siswa SD/TK pada
waktu mengikuti kegiatan belajar mengajar tidak terlalu terpaku duduk di kursi
akan tetapi dapat juga duduk di tikar atau karpet yang bergambar atau berabjad,
belajar mereka harus disesuaikan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada waktu
itu, karena siswa TK perlu lebih banyak praktik untuk melatih kecerdasan
psikomotorik mereka.
•
Pengaturan Alat-Alat Pengajaran
adalah:
•
Perpustakaan Kelas
•
Sekolah yang maju mempunyai
perpustakaannya di setiap kelas.
•
Pengaturanya bersama-sama siswa.
•
Alat – alat peraga media pengajaran
•
Alat peraga atau media pengajaran
semestinya diletakkan di dalam kelas agar
memudahkan dalam penggunaanya.
•
Pengaturannya bersama-sama siswa.
•
Papan tulis, kapur tulis, dll
•
Ukurannya disesuaikan
•
Warnanya harus kontras
•
Penempatannya memperhatikan etestika
dan terjangkau oleh semua siswa
•
Papan resensi siswa
•
Ditempatkan di bagian depan sehingga
dapat dilihat oleh semua siswa
•
Difungsikan sebagaimana mestinya
•
Pengaturan
Lingkungan Fisik Kelas
Lingkungan sebagai salah satu faktor terpenting dalam
belajar mempengaruhi pendidikan. Di samping diperlukan adanya sistem pendidikan
dengan tujuan pembentukan karakteristik siswa, karena proses belajar diperoleh
melalui lingkungan tempat siswa berada sesuai dengan kondisi yang diinginkan.
Lingkungan fisik kelas berkaitan dengan penciptaan lingkungan yang baik dengan
mendesain tempat duduk siswa supaya tercipta suasana kelas yang mampu mendorong
siswa belajar dengan baik.
Langkah-langkah praktis yang ditempuh dalam pembentukan
lingkungan fisik kelas adalah:
•
Lingkungan fisik kelas harus bersih
dan sehat, karena kebersihan kelas berpengaruh pada kesehatan siswa.
•
Kelas adalah tempat siswa melakukan
sebagian besar kegiatannya, sehingga berpengaruh pada perkembangan peserta
didik.
•
Kelas hendaknya menjadi suatu tempat
yang indah dan menyenangkan, sehingga dinding dihidupkan dengan hasil pekerjaan
siswa. Karena benda didalam kelas mampu menyampaikan pesan serta menjadi bulir
vocal kegiatan belajar.
•
Tanggung jawab tentang keadan fisik
kelas ditanggung bersama, sehingga siswa ikut aktif membuat keputusan mengenai
dekorasi, pameran dan sebagainya.
•
Pertimbangan tentang lingkungan
fisik kelas meliputi : Penataan, dekorasi, gambar dan fenomena yang dinamis.
•
Lingkungan fisik kelas harus
mengandung unsur kesehatan yang meliputi : peredaran udara, pencahayaan dan
jarak papan tulis dengan siswa. Karena terdapat hubungan yang erat antara
lingkungan fisik kelas, iklim emosional dan moral seluruh siswa.
•
Pengaturan
tempat Duduk Siswa
Pada
umumnya, tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa, serta diatur
secara berderet, namun pada situasi dan kondisi tertentu hal tersebut
tidak berlaku. Macam-macam pengaturan tempat duduk adalah :
•
Pengaturan tempat duduk tipe
formal/berderet
Jenis
pengaturan tersebut kadang-kadang mengurangi kemampuan belajar siswa, karena
membuat guru mempunyai otoritas mutlak dan membuat siswa tergantung pada guru
dan tidak terjadi komunikasi kelompok.
•
Pengaturan tempat duduk tipe
berkelompok
Pada tipe
tempat duduk ini, siswa lebih mudah berkomunikasi tanpa terbatas, sehingga
terjadi interaksi dan tolong-menolong antar anggota, dua unsur penting dalam tipe
ini, yaitu : kepemimpinan dan kerja sama. Hal yang diperhatikan guru adalah,
anggota tiap kelompok tidak lebih dari enam siswa, dengan seorang pemimpin dan
posisi guru adalah sebagai pembimbing kelompok.
•
Pengaturan tempat duduk tipe tapal
kuda
Tipe tempat
duduk tapal kuda menggambarkan otoritas guru dan memisahkan guru dari semua
kelompok, namun tetap memberikan pengawasan pada setiap anggota kelompok. Tipe
ini mempermudah konsultasi dan komunikasi antara guru dan siswa, namun formasi
ini akan memakan banyak waktu ketika setiap anggota kelompok harus
mempresentasikan tugas pada anggota kelompok lain atau memerlukan adanya
diskusi antar anggota, karena harus mengubah formasi tempat duduk.
•
Pengaturan tempat duduk tipe bundar
dan persegi
Tipe meja
bundar dan persegi dapat digunakan untuk format pembelajaran diskusi, pada tipe
ini tidak terdapat pemimpin kelompok, dan tipe ini sangat sesuai untuk
pembelajaran yang memerlukan ingatan atau praktek langsung, seperti pada
pembelajaran tari atau olahraga, sehingga siswa dapat leluasa melihat guru dan
langsung bisa mempraktekkan apa yang diajarkan oleh guru/pelatih.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
•
Kesimpulan
Pengertian Penataan Ruang Kelas dalam Pengelolaan Kelas
adalah menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan memungkinkan anak
duduk berkelompok, memudahkan guru bergerak secara kuasa untuk membantu siswa
dalam belajar. Yang memperhatikan hal-hal berikut: Ukuran dan bentuk kelas,
bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah siswa dalam kelas, jumlah
siswa dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, komposisi siswa dalam
kelompok
Pengaturan Lingkungan Fisik Kelas berkaitan dengan
penciptaan lingkungan yang baik dengan mendesain tempat duduk siswa supaya
tercipta suasana kelas yang mampu mendorong siswa belajar dengan baik.
Pengaturan tempat Duduk Siswa
a) Pengaturan tempat
duduk tipe formal/berderet
b) Pengaturan tempat
duduk tipe berkelompok
c) Pengaturan tempat
duduk tipe tapal kuda
d) Pengaturan tempat duduk tipe
bundar dan persegi
•
Saran
Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa memerlukaan tempat
duduk yang tidak mengganggu siswa, karena kurang aman atau tidak nyaman
dipakai. Jika siswa duduk berjam-jam di tempat duduk dengan keadaan tidak cukup
aman dan tidak nyaman, mereka tidak akan dapat berpikir tentang pelajaran
tersebut dan terus menerus merasakan "siksaan" sebagai akibat dari
tempat duduk yang tidak nyaman.
Seorang Guru hendaknya mampu menciptakan lingkungan kelas
yang membantu perkembangan peserta didik dengan teknik motivasi yang akurat
serta menciptakan kontribusi iklim kelas yang sehat. Sebuah lingkungan kelas
hendaknya mencerminkan kepribadian guru, perhatian dan penghargaan kepada siswa
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini meski
dengan segala keterbatasan waktu dan materi.
Makalah ini berjudul “PENATAAN RUANG KELAS DAN PENGATURAN KELAS”.
Dalam
penulisan makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dan mendidik untuk perbaikan selanjutnya. Walaupun demikian penulis
tetap berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya. Terima
kasih.
Anabanua, Agustus 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................................... i
Daftar Isi....................................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................................. 1
1. Latar
Belakang......................................................................................................................... 1
2.
Rumusan Masalah.................................................................................................................... 1
3.
Tujuan penulisan....................................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................................................... 2
A. Pengertian
Penataan Ruang Kelas dalam Pengelolaan Kelas............................................... 2
B. Pengaturan
Lingkungan Fisik Kelas..................................................................................... 5
C. Pengaturan
tempat Duduk Siswa......................................................................................... 6
BAB
III PENUTUP........................................................................................................................ 7
A. Kesimpulan........................................................................................................................... 7
B. Saran..................................................................................................................................... 7
Daftar Pustaka.............................................................................................................................. iii
Daftar
Pustaka
•
www.
Rischelcha.blogspot.com
•
www.
Iendahyourlife.blogspot.com
EmoticonEmoticon