KATA PENGANTAR
Rasa
syukur dan pujian hanya patut diberikan kepada Allah SWT, Rabb semesta alam.
Cahaya yang menerangi hati sehingga timbullah suatu keimanan. Salawat dan salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi dan Rasul termulia, Nabi
Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang hanif.
Kemudian,
penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah
memberikan solusi-solusi serta memberikan tenggang waktu untuk mengumpulkan
makalah ini. Semoga segala pengertian, perhatian yang Bapak/ Ibu guru berikan
kepada saya senantiasa mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Penulis
juga menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam makalah
ini. Hal ini disebabkan, pengetahuan penulis yang masih terbatas dan pemahaman
yang relatif minim. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan sumbang saran
dari Ibu selaku pembimbing. Makalah ini dibuat dengan judul “Perjuangan Fisik
Bangsa Indonesia Melawan Penjajah” Semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan bagi para pembaca, khususnya pada mata kuliah ini.
Sengkang, Desember 2016
Eka
Fitriani. H
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR
ISI
ii
BAB
I: PENDAHULUAN
1
A.
Latar
Belakang
1
B.
Rumusan
Masalah
2
C.
Tujuan
Makalah
2
D. Manfaat Makalah
2
BAB
II: PEMBAHASAN
1
A.
Perjuangan
Bangsa Indonesia Sebelum Kebangkitan Nasional 1904
2
B.
Perjuangan
Melawan Portugis
2
C.
Perjuangan
Menentang Penjajah Belanda
2
D.
Kelemahan
Perjuangan Bangsa Indonesia
2
E.
Perjuangan
Bangsa Indonesia Setelah Kebangkitan Nasional 1908
2
F.
Penjajahan
Jepang 1942-1945
2
G.
Penderitaan
Bangsa Indonesia di Bawah Penjajaan
2
H.
Perjuangan
Setelah Kebangkitan Nasional
2
I.
Menjelang
Proklamasi Kemerdekaan
BAB
III: PENUTUP 1
A.
Kesimpulan
2
B.
Saran
2
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Indonesia memperoleh kemerdekaan dalam waktu yang
lama. Banyak para pahlawan yang gugur demi mempertahankan bumi perti tercinta.
Mereka mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengejar sebuah kata merdeka.
Sebelum tahun 1908, telah banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan menguasai
Indonesia. Mereka banyak memeras, menindas, dan merampas hak-hak rakyat
Nusantara. Banyak perlawanan dari pahlawan-pahlawan kita yang masih bersifat
kedaerahan. Muncul banyak tokoh-tokoh yang memegang andil besar dalam
perlawanan terhadap penjajahan yang bangsa lain lakukan.
Kebangkitan
Nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan,kesatuan dan
nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang
sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam masa
ini muncul sekelompok masyarakat indonesia yang menginginkan adanya perubahan
dari masyarakat indonesia yang selama ini dijajah dan ditindas oleh bangsa lain
seperti belanda,jepang,dll. Kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan
berdirinya organisasi Budi Utomo. Sedangkan kebangkitan pemuda Indonesia
ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa itu merupakan
bagian dari peristiwa yang menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara
indonesia.
Dan
kini, tugas kita sebagai penerus bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan ini.
Jadi untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan kita terdahulu pada
masa sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional (1908), maka disusunlah makalah
ini dengan judul “ Perjuangan Fisik
Bangsa Indonesia Melawan Penjajah.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
perjuangan bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum
Kebangkitan Nasional 1908 ?
2. Bagaimana
perjuangan bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum
Kebangkitan Nasional 1908 ?
C.
Tujuan
Makalah
1. Untuk memenuhi tugas mata
kuliah
2. Untuk
menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sebelum Kebangkitan Nasional
1908
3.
Untuk menambah pengetahuan tentang
sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional
1908
D.
Manfaat
Makalah
1. Untuk
menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
2. Untuk
menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajahh sesudah Kebangkitan Nasional 1908
BAB
II
PEMBAHASAN
I.
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM
KEBANGKITAN NASIONAL 1908
A.
Perjuangan
Melawan Portugis
Perjuangan pertama dilakukan leh rakyat
Malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a)
Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada
tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap
Portugis namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan.
Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu
oleh Portugis Sultan Mahmud Syah I lari ke pulau Kampar hingga
wafatnya 1528.
b)
Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin
oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil
Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.
c)
Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin
oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis,
dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali
Malaka namun tidak berhasil.
d)
Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil
menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai
penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan
Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras
dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat
rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan
Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan
dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan
Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera
bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil
mengusir Portugis dari Ternate.
e)
Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah
seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin
rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang
orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis
terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh
Fatahillah kemudian berdirilah kerajaan Banten.
B.
Perjuangan
Menentang Penjaja Belanda
Perjuangan
menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke
tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh:
a)
Sultan Agung dari Mataram (1613-1645)
b)
Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa
Sulawesi Selatan (1667)
c)
Sultan Agung Tirtayasa (1684)
d)
Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1635)
e)
Untung Suropati dan Trunojoyo (1670)
f)
Ibnu Iskandar dari Minangkabau (1680)
Yang
berjuang pada abad ke-19 antara lain:
a)
Pattimura dari Maluku (1817)
b)
Pangeran Diponegoro (1825-1830)
c)
Imam Bonjol dari Minangkabau (1822-1837)
d)
Sultan Badaruddin dari Palembang (1817)
e)
Pangeran Antasari dari Kalimantan (1860)
f)
Jelantik dari Bali (1850)
g)
Anak Agung Made dari Lombok (1895)
h)
Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak
Dien (1873-1904)
i)
Si singamangaraja dari Batak (1900)
Perlawanan
membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa
sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat
terusir dari tanah air Indonesia.
C.
Kelemahan
Perjuangan Bangsa Indonesia
a)
Perlawanan secara sporadic dan tidak
serentak
b)
Perlawanan dipimpin oleh pimpinan
kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
c)
Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan
kekerasan senjata
d)
Para pejuang di adu domba oleh penjajah
(devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia)
II.
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SETELAH
KEBANGKITAN BANGSA NASIONAL 1908
A.
Penjajahan
Jepang 1942-1945
Kedatangan
Jepang semula disambut gembira karena dianggap sebagai tentara pembebas yang
akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan belanda
propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon) adalah saudara tua, pemimpin
asia, pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia. Pada awalnya memperoleh
simpati rakyat namun pada akhirnya menjajah dan mengeksploitas dengan sangat
kejam, masa penjajahannya hanya 3,5 tahun namun membuat bangsa Indonesia sangat
menderita. Penjajahan Jepang berakhir saat jepang harus menyerah tanpa syarat
terhadap sekutu pada tanggal 14 agustus 1945 setelah secara berturut-turut
Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh amerika serikat tanggal 6 dan 9
agustus 1945.
B.
Penderitaan
di Bawah Penjajahan
Selama
berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah
memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan,
kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga
manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan
bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli
perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan
mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.
Bergantinya
penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan
lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa
kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:
a.
Sistem monopoli perdagangan ( menguasai
seluruh perdagangan)
b.
Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)
c.
Pungutan pajak yang sangat memberatkan
rakyat
d.
Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
e.
Pelayaran Hongi ( mendayung perahu
kora-kora di perairan maluku)
f.
Ekstripasi ( penebangan tanaman yang
melanggar aturan monopoli )
g.
Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan
ekspor VOC ke Eropa)
Rakyat
sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu
berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia.
Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka
bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat
bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda,
menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak tanah.
Ketentuan tanam paksa
sebagai berikut:
a)
Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk
menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
b)
Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan
ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
c)
Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak
boleh melebihi waktu penanaman padi.
d)
Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn
wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e)
Tanaman wajib diserahkan kepada
pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar
maka selisih akan dikembalikan.
f)
Panen yang gagal akan dibebankan pada
pemerintah.
g)
Pengerjaan tanah di bawah pengawasan
kepala pemerintah.
Dalam
prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai
pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan
untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.
C.
Perjuangan
Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal
20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu
Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya
Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan
berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan
bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
a) Perjuangan
dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
b) Para
pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
c) Rasa
persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat
kedaerahan lagi.
Menurut
Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesi di percepat oleh faktor:
a) Perlawanan
bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
b) Kemenangan
Jepang atas Rusia tahun 1885
c) Kegiatan
Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
d) Bangkitnya
Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
e) Keberhasilan
dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
f) Pecahnya
Perang Dunia I
g) Didirikannya
Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak
Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa
organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
Budi
Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA
di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang
sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara
membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi
Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik
kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional
karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.
a) Sarekat
Islam
Sarekat
Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh
Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk
menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan
untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para
pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan
Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan
penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat
menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di
Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said
Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.
b)
Indische Partij
Didirikan
pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan
nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto
mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische
Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka,
sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah
Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama
di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia
Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin
Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti
namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.
c) Gerakan
Pemuda
Gerakan
pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan
tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri
Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R.
Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida
tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah
mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa,
Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Azas Tri Koro Darmo adalah:
1) Menumbuhkan
pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus
perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
2) Menambah
pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
3) Membangkitkan
dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam
Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong
Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa
Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan
menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi
Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan
Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi
ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia
mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.
d) Partai
Nasional Indonesia
PNI
didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai
ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan
Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas
ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta
dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam
kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai
ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya
mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga
berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah
pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan
perempuan Indonesia.
Kemajuan
PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah
kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan
anggota PNI pada 29 Desember 1929.
e) Fraksi
Nasional
Fraksi
nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang
beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi
nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
1) Mengusahakan
perubahan-perubahan ketatanegaraan.
2) Berusaha
menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai
antithese colonial.
3) Mengusahakan
kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan
hukum.
D.
Menjelang
Proklamasi Kemerdekaan
Ketika
Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa
pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan
Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat
melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor
yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain
karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain
itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya
yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan
nasional.
Keinginan
bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi
perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua
menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama
dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa
campur tangan dari Jepang.
Akhirnya,
setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda
langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera
memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal
17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks
proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh
para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka
bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari
belenggu penjajahan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah
memperhatikan isi dalam pembahasan di atas maka dapat penulis tarik kesimpulan
sebagai berikut:
a)
Mengenang sejarah tidaklah sesempit
memahami gurauan. Namun mempelajari sejarah adalah jauh lebih mendalam daripada
kita memahami realitas saat ini. Karena sejarah adalah salah satu dari bagian
bangunan waktu, yang darinya kita dapat berdiri saat ini dan mendirikan
serangkaian peristiwa baru yang lain. Sejarahlah yang menjadi pondasi waktu,
karena sejarahlah kita ada saat ini. Dan tidak hanya kita, bahkaan bangsa kita
serta dunia sekalipun adalah dibangun oleh sejarah-sejarah luar biasa umat
manusia.
b)
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari
perjuangan kemerdekaan masa kebangkitan nasional, pastilah sangat banyak dan
beragam tergantung bagimana kita memandangnya. Dan setidaknya tiga pelajaran
penting dari sejarah kebangkitan nasional ini.
1) Yang
pertama adalah bahwa apabila kita menginginkan satu cita-cita bersama, kita
tidak bias meraihnya dengan hanya sekelompok orang atau bahkan sendirian.namun
yang kita perlukan adalah persatuan seluruh kekuatan manusia yang ada guna
menuju pencapaian tujuan bersama tersebut. Seperti perlawanan yang dilakukan
bangsa Indonesia ini dulu, ketika kedaerahan membawa kegagalan, maka jawabannya
adalah persatuan yang membawa keberhasilan.
2) Kedua,
persatuan tidak akan terwujud begitu saja. Persatuan tidak bermakna hanya
sekedar berkumpulnya beberapa atau banyak orang, namun persatuan adalah lebih
kepada tersinergikannya suatu kelompok kekuatan secara rapi. Hal tersebut
disebut terkoordinasi secara baik. Dalam realitasnya, koordinasi tersebut
terwujud dalam wadah perjuangan masyarakat berupa organisasi. Jadi jika kita
hendak bertindak pada arah cita-cita, kita harus berorganisasi. Organisasi pun
tidak bermakna hanya sekedar organisasi yang merupakan wadah bagi beberapa
orang yang bervisi sama, namun juga berarti kepada setiap pribadi setiap orang.
Karena organisasi adalah berarti senantiasa mengorganisir segala sesuatu secara
rapi dan teratur, memiliku rencana-rencana dan strategi yang jelas untuk
melangkah pada suatu tujuan. Tanpa adanya suatu organisasi yang baik, langkah
kita dalam mencapai suatu cita-cita adalah sulit. Seperti tujuan kemerdekaan
Indonesia ini dulu, bangsa Indonesia telah menyusun rencananya dalam
wadah-wadah organisasi yang rapi berupa partai-partai nasional sehingga pada
akhirnya tercapailah mimpi proklamasi kemerdekaan Indonesia
3) Kemudian
yang ketiga adalah kemauan yang membawa perwujudan. Keinginan yang tinggi
bangsa Indonesia untuk merdeka, sesungguhnya bukanlah sekedar hanya keinginan ,
namun senantiasa di wujudkan dalam perjuangan-perjuangan nyata.
Oleh
karena itu dalam mewujudkan suatu impian ,kita harus mau bertindak segera karna
mimpi akan tindakan hanyalah akan berupa mimpi dalam pikiran kita ,jika ingin
melihatnya sebgai kenyataan maka kita harus membangunnya.
B.
SARAN
Adapun
dari penulisan makalah ini kami selaku penulis menyarankan kepada generasi muda
agar tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi
dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mencontoh semangat para pahlawan
terdahulu dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh warga Indonesia wajib menghargai
dan menghormati jasa-jasa para pahlawan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
http://gita-risda2.blogspot.com/2013/10/makalah-perjuangan-bangsa-indonesia.html
http://prismadewi.blogspot.com/2013/10/makalah-perjuangan-mempertahankan.html
http://apriliasakari.blogspot.com/2013/10/makalah-sejarah-perjuangan-bangsa.html
EmoticonEmoticon