KESETARAAN GENDER DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


KESETARAAN GENDER DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan Masalah 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Hubungan antara Gender dan IPTEK 3
2.2  Peran Perempuan dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 5
2.3  Peran IPTEK dalam Mewujudkan Muslimah yang Berkualitas Insan Cita 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 12
DAFTAR PUSTAKA



 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Tantangan yang dihadapi pada masa jahiliyah dahulu adalah masyarakat yang bobrok, bodoh, dan terbelakang. Tantangan islam pada masa kini adalah menghadapi paham-paham materialisme. Dalam menghadapi masalah tersebut, dunia memerlukan seorang perempuan. Peran perempuan merupakan titik pusat yang strategis dalam pembentukan generasi dimasa yang akan datang.
Perempuan merupakan seorang sosok yang harus dilindungi, dimengerti dan diperhatikan. Bukan untuk dikekang, melainkan diberi kebebasan untuk mengekspresikan hidupnya dengan segala kemampuan yang ada, karena mereka memiliki bakat terpendam yang sangat disayangkan bila anugerah itu tidak dimanfaatkan dan dituangkan dalam sebuah karya seni, sebagai bukti nyata dan hasil pemikiran sebuah karya seni, yang mana hal tersebut dapat diambil manfaatnya oleh banyak orang dalam kehidupan dengan benar dan tepat.
Apalagi di zaman sekarang ini, dimana emansipasi wanita sudah diakui adanya oleh seluruh elemen yang ada, sehingga dapat memberi kemudahan dan kelancaran untuk terus berkarya tanpa adanya ancaman yang mencekam diri mereka.
Hal ini sejalan dengan cita-cita dari Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan.
Pergeseran peran perempuan yang semula pada kerja reproduktif  ke produktif semakin lama menunjukkan gejala peningkatan. Secara kuantitas, perempuan memang lebih unggul dibandingkan laki-laki, hal ini menunjukkan bahwa sumber daya perempuan memiliki potensi untuk berperan serta dalam pembangunan. Kualitas sumber daya perempuan juga tidak kalah dibandingkan dengan laki-laki.
Pengembangan IPTEK adalah merupakan salah satu bagian dalam    pembangunan di Indonesia. Karena IPTEK merupakan salah satu bagian yang punya peranan penting bagi kemajuan dan keberhasilan suatu negara. Dalam mengembangkan IPTEK ini sangat dibutuhkan adanya suatu kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat.
Dibutuhkan platform yang bertujuan untuk mendorong dan memberdayakan perempuan dan mengoptimalkan teknologi dengan menyediakan pelatihan bagi perempuan untuk belajar teknologi dan menjadi bagian dari solusi.
Di era perkembangan teknologi sekarang ini begitu banyak peluang-peluang perempuan dalam mendapatkan peran-peran yang stategis. Namun pada kenyataanya/ realitas hari ini perempuan masih banyak yang belum memahami IPTEK dan Gender itu sendiri. Bahkan yang miris selainislam secara umum masih ada beberapa kader HMI-Wati merebut peluang-peluang yang tersedia sekarang ini era teknologi ini (era perkembangan IPTEK). Maka dengan latar belakang masalah ini saya buat makalah ini dengan tema “Perempuan dan IPTEK; mendobrak konstruk lama dan lebih bertanggung jawab”.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah makalah ini sebagai berikut :
1.      Bagaimana hubungan antara gender dan IPTEK ?
2.      Bagaimana peran perempuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan             teknologi  ?
3.      Bagaimana peran IPTEK dalam mewujudkan muslimah yang berkualitas insan cita?
1.3. TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan makalah ini disusun sebagai berikut :
1.      Untuk memahami hubungan antara gender dan IPTEK.
2.      Agar mengetahui peran perempuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.      Untuk mengetahui peran IPTEK dalam mewujudkan muslimah yang berkualitas insan cita.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1. HUBUNGAN ANTARA GENDER  DAN IPTEK
Disadari atau tidak, peran perempuan sangatlah besar dalam bidang pembangunan bangsa. Peran ini tidak saja dalam keadaan sekarang setelah perang kemerdekaan. Perempuan pada jaman revolusi untuk mencapai kemerdekaan juga sangat berperan, sebagai contohnya banyak tokoh dan pejuang perempuan seperti Cut Nyak Din, Cut Mutia, Dewi Sartika dan lain-lain. Meskipun peran tersebut tidak secara eksplisit seperti sekarang maka perempuan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan.
Pada jaman modern seperti sekarang ini peran tidak diragukan lagi. Banyak perempuan yang sekarang ini bekerja pada sektor publik sebagai guru, dokter, pengacara, politikus, polisi, ekonom, bahkan sebagai presiden. Perempuan yang bekerja di sektor publik secara naluriah tidak dapat terlepas begitu saja dari image perempuan yang identik dengan sektor domestik. Bagi perempuan bekerja di luar rumah maka kesuksesan dalam bidang profesi yang ditekuni bukan berarti kesuksesan dalam hidupnya. Bila seorang perempuan sangat sukses di dalam karir maka orang akan berkata nanti dulu bagaimana dengan rumah tangganya?
Peran ganda perempuan akan membuat perempuan memikul beban yang sangat berat karena di satu pihak perempuan yang sudah terjun ke dalam sektor publik harus mempunyai tanggung jawab dalam profesinya sama dengan laki-laki. Sebagai contoh seorang staf administrasi laki-laki mempunyai tugas yang sama dengan seorang administrasi perempuan. Padahal seorang perempuan dan laki-laki di rumah dalam hal pekerjaan belum tentu ada sebuah kesetaraan. Betapa berat beban perempuan untuk menjadi modern dengan peran ganda tersebut.
Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi telah menawarkan banyak kesempatan baru bagi perempuan dan laki-laki, kenyataan menunjukkan bahwa partisipasi perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki baik di bidang rekayasa, dan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya.Dampak selanjutnya dari rendahnya partisipasi adalah hilangnya kesempatan untuk berperan sentral dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Selain itu juga akan menghilangkan kreativitas perempuan.
Adanya fenomena tersebut maka UNESCO bekerjasama dengan LIPI untuk membentuk sekretariat regional untuk gender, ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Pasifik. Pembentukan badan ini merupakan perwujudan dari rekomendasi konferensi Dunia Perempuan dan konferensi Dunia tentang pengetahuan. Sekretariat tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran serta perempuan khususnya dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Selain itu pusat penelitian dan pengembangan kependudukan dan ketenagakerjaan LIPI juga mengutamakan gender mainstreaming dalam kegiatan penelitian. Adanya hal ini diharapkan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tercapainya kesetaraan gender di bidang IPTEK.
Perempuan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi di negara berkembang melalui peran triple-nya yaitu dalam pengelolaan masyarakat, reproduksi dan produksi. Perempuan berperan dalam produksi energi dan air, perawatan kesehatan meningkatkan pendapatan keluarga menyelengarakan pendidikan dan lain lain. UNESCO telah membentuk Jaringan yang berupaya untuk menghubungkan perempuan dengan perkembangan IPTEK. Pemerintah Indonesia dalam hal ini melalui menteri pemberdayaan perempuan telah memformulasikan beberapa misi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan dengan mengintensifkan advokasi kesamaan gender, mengeliminasi semua bentuk kekerasan terhadap perempuan, meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan terhadap  perempuan dan anak, meningkatkan kapasitas organisasi perempuan.
Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan manusia juga mengalami perkembangan dan mengalami perubahan positif dan perubahan negatif. Teknologi yang muncul saat ini merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah. Sedangkan teknologi adalah pengetahuan dan keterampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek.
Perkembangan iptek saat ini meliputi berbagai bidang diantaranya meliputi bidang komunikasi, kesehatan, transportasi dan bidang-bidang lainnya yang semakin kompleks. Islam sebagai agama yang tawazun, tidak melarang manusia memanfatkan berbagai macam teknologi saat ini. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah S.W.T. yang paling sempurna sekaligus sebagai khalifah di bumi, manusia perlu mengungkap seluruh nikmat Allah yang masih tersembunyi dengan Ilmu pengetahuan sebagai wujud syukur manusia terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah S.W.T. Ilmu pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi teknologi yang mampu mempermudah manusia untuk hidup di dunia. Tidaklah heran bila Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, bahkan dalam hadist mengatakan
“ Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina ”
Allah S.W.T. juga akan memberikan karunia yang melimpah bagi orang yang       mau menuntut ilmu.
Dalam surah Al-Alaq ayat 1, Allah S.W.T. berfirman:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.”
Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam.
IPTEK merupakan salah satu hal yang tidak bisa kita lepaskan dalam kehidupan kita, karena pada dasarnya kita mempunyai suatu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT. Hanya kepada kita (manusia) tidak untuk mahkluk yang lain, yaitu sebuah akal dan pikiran. Dengan akal dan fikiran tersebutlah kita dapat berinteraksi kita dapat berinteraksi dengan ilmu. Sedangkan teknologi dapat kita gunakan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun tidak semua IPTEK yang diciptakan ilmuwan itu baik untuk kita, terkadang ada pula yang memakai bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan lingkungan, padahal Allah melarang kita membuat kerusakan, seperti dalam firmannya: “  dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Baqarah : 56).

2.2. PERAN PEREMPUAN DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Perkembangan teknologi memberikan dampak yang cukup positif bagi kehidupan manusia. Termasuk juga dalam dunia komunikasi, saat ini komunikasi menjadi sesuatu hal yang mudah di lakukan tanpa mengenal batasan jarak maupun tempat. Selain itu, dalam dunia media massa perkembangan teknologi juga mampu memberikan kemudahan bagi kita untuk memperoleh informasi secara cepat.
Tetapi disini kita akan membahas sisi perempuan dalam dampak pesat teknologi tersebut. Ternyata dalam perkembangan teknologi, perempuan juga memiliki andil yang besar baik itu sebagai pengguna maupun sebagai  pengembang dari teknologi itu sendiri.
Sekarang kita pasti bertanya apa pentingnya teknologi pada perempuan ? Banyak orang yang berasumsi bahwa perempuan adalah warga nomor kelas dua, di bawah laki-laki. Lebih parahnya hal ini juga didukung dengan budaya yang dibentuk masyarakat bahwa perempuan  itu mahluk yang lemah dan selalu butuh bantuan laki-laki. Maka dari itu, banyak istilah-istilah yang muncul di masyarakat bahwa perempuan  itu konco wingking atau tugas perempuan itu 3 M (macak, manak, masak). Namun, bagi perempuan sekarang budaya tersebut mulai mereka lawan. Para perempuan  saat ini berusaha ingin menunjukkan jika mereka bisa setara dengan laki-laki bahkan bisa lebih di atas laki-laki.
Perkembangan dan dampak teknologi dalam dunia komunikasi yang begitu pesat memberikan dampak yang cukup positif bagi perempuan. Bagi sebagian  perempuan teknologi dijadikan sebagai alat memperjuangkan untuk memperoleh kesetaraan dengan laki-laki. Dengan adanya teknologi dalam dunia komunikasi sekarang  perempuan menjadi lebih mudah untuk menunjukkan eksistensinya. Adanya perkembangan teknologi dalam dunia komunikasi, perempuan saat ini dapat dengan mudah untuk menyebarkan gagasan dan ide mereka dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Gagasan dan ide tersebut biasanya dapat memberi sumbangsih bagi perempuan lainnya untuk bisa lebih maju dan berkembang. Perkembangan teknologi juga dapat mengubah paham bahwa dunia perempuan tidak hanya di rumah saja tetapi berkembang lebih luas.
Dalam era modern sekarang, banyak bukti yang menunjukkan bahwa perempuan berperan besar dalam perkembangan dunia teknologi. Salah satu contohnya adalah Sheryl Sandberg, COO Facebook. Sheryl Sandberg juga memiliki kisah dengan Google. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Perusahaan Penjualan Online Global. Di Facebook, Sheryl Sandberg kini menjabat sebagai Chief Operation Officer. Ia menduduki posisi tersebut pada bulan Maret 2008. Ia adalah perempuan yang menjadi Vice Precident didalam Google tetapi Mark Zuckerberg sangat senang melihat kecerdasan yang ia punya dalam mencari jumlah khalayak dalam bidang penjualannya di teknologi(sekali lagi dampak teknologi ternyata cukup besar) dan ditariklah Sherly bergabung dengan facebook lalu posisi kedudukan Sheryl di kantor Facebook adalah posisi teratas nomor dua setelah Mark Zuckerberg sendiri. Selain Sheryl Sandberg, masih banyak perempuan-perempuan pintar yang memiliki pengaruh dalam perkembangan teknologi dunia  mereka antara lain Meg Whitman (Presiden dan CEO Hewlett Packard), Marissa Mayer (Google VP of Location and Local Services), Susan Wojcicki (Google SVP of Advertising), Ursula Burns (CEO Xerox), Safra Catz (President Oracle), Cher Wang (Co-Founder and Chairperson HTC), Virginia Rometty (CEO dan President IBM), dan Ellen Kullman (CEO Dupont).
Dari beberapa contoh di atas kita dapat mengetahui bahwa tidak selamanya laki-laki memiliki kuasa dalam perkembangan teknologi dalam dunia komunikasi. Tentunya kita sebagai perempuan, juga harus bangga dan bisa termotivasi dari contoh perempuan-perempuan perkasa yang ada dalam perkembangan atas dampak teknologi dunia tersebut. Sudah selayaknya, para perempuan menggunakan  perkembangan teknologi menjadi sebuah alat  untuk bisa melawan konstruksi budaya dalam masyarakat tentang perempuan. Selain itu, teknologi tidak selamanya memberi kesan negative tetapi adanya dampak positif bagi kaum perempuan jika teknologi bisa kita kembangkan dengan baik. Sebagai seorang perempuan, kita juga harus pintar dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Maka dari itu, para perempuan harus selalu meyakini bahwa didalam teknologi ini peran kita juga dapat dibutuhkan.
Apalagi pada zaman sekarang ini dimana emansipasi perempuan sudah diakui adanya oleh seluruh elemen yang ada, sehingga dapat memberikan kemudahan dan kelancaran untuk terus berkarya tanpa adanya ancaman yang mencekam diri mereka.
Seiring dengan perkembangan zaman, perempuan masa kini tampil menjadi figure penting di tengah-tengah kehidupan masyarakat, dalam memajukan berbagai bidang kehidupan yang mana tidak kalah kualitasnya dengan hasil kerja kaum laki-laki. Contohnya, kemjuan budaya dan teknologi. Dimana perempuan ikut berperan didalamnya. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman masa lalu yang dipelopori oleh Pahlawan Perempuan kita R.A. Kartini, yang dengan kesabaran, keuletan serta semangat yang menggebu-gebu dalam dirinya untuk mengangkat derajat kaum perempuan yang hingga kini jasa-jasanya dapat dirasakan sepenuhnya, dan dikenang sepanjang masa oleh seluruh perempuan Indonesia.
Tantangan yang dihadapi pada masa jahiliyah dahulu adalah masyarakat yang bobrok, bodoh, dan terbelakang. Tantangan Islam pada masa kini adalah menghadapi paham-paham materialisme. Dalam mengahadapi masalah tersebut, dunia memerlukan seorang perempuan. Peran perempuan merupakan titik pusat yang starategis dalam pembentukan generasi di masa yang akan datang.
Banyak sekali teknologi yang diciptakan oleh manusia dapat mempermudah pekerjaan perempuan. Teknologi tersebut adalah teknogi yang diciptakan untuk membuat perempuan menjadi lebih nyaman dan mudah dalam menjalankan aktifitasnya bukan teknologi yang secara eksplisit  akan mempermudah pekerjaan perempuan akan tetapi secara implisit akan membuat  perempuan mengalami tekanan psikologis dan fisik akibat adanya teknogi tersebut. Teknogi pertama yang diciptakan perempuan yang dapat mempermudah pekerjaan perempuan adalah teknogi botol susu.
Pada zaman dahulu bayi yang dilahirkan pada bulan-bulan awal secara otomatis menggunakan asi (air susu ibu) eksklusif, dimana makanan bayi tidak mendapat formulasi dari luar tubuh ibu. Pada keadaan demikian maka seorang perempuan yang baru melahirkan beberapa jam sudah harus melakukan aktivitas untuk menyusui bayinya. Pada  perempuan yang berada pada era domestik (sebagai ibu rumah tangga) hal ini tidak akan menjadi masalah. Apabila seorang perempuan yang bekerja atau bagi perempuan yang mempunyai kelainan pada putting susu sehinnga akan mengalami kesulitan saat menyusui maka suatu teknogi diperlukan bagi seorang perempuan. Teknologi pertama yang diciptakan oleh seorang perempuan adalah teknologi botol susu. Dengan adanya teknologi ini maka aktivitas menyusui tidak harus sepenuhnya dilakukan oleh perempuan akan tetapi pekerjaan ini juga dapat dilakukan oleh laki-laki setalah ASI ditampung di dalam botol.

2.3. PERAN IPTEK DALAM MEWUJUDKAN MUSLIMAH YANG BERKUALITAS INSAN CITA

Perempuan adalah tiang negara,bila kaum perempuannya baik maka baiklah negaranya, dan apabila perempuannya buruk (amoral) maka buruklah negaranya”.
Penuturan kata-kata diatas  adalah suatu syair yang kita ketahui dari arab. Penegasan kata-kata tersebut lebih diabadikan di dalam paragraf Mukaddimah Pedoman Dasar KOHATI (PDK). Syair tersebut adalah suatu harapan atau suatu gambaran keadaan realitas dalam negara yang apabila perempuannya baik maka baiklah negaranya, atau sebaliknya. Perkataan syair tersebut, penulis pernah mendengar dari suatu film kerajaan di Indonesia, yaitu film Angling Dharma. Perkataan yang persis seperti diatas terucap dari ayahnya Dewi Sekarwangi saat awal keberangkatan Angling Dharma dan Dewi Sekarwangi dari rumah ayahnya, setelah diselesaikannya pernikahan mereka. Sungguh memang perempuan menjadi sosok yang sangat luar biasa pengaruhnya.
Landasan yang lebih kuat lagi tentang kedudukan perempuan bagi kita yang meyakini sumber Islam (al-qur’an dan hadits), dalam hadits Rasullullah menyebutkan kedudukan seorang ibu  sampai tiga kali dan keempat kalinya barulah Ayah. Dalam ayat disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah).
 Kejadian hadist itu ketika seorang sahabat bertanya berangkat dari perjuangan membela kaum perempuan pada masa itu.
Dalam sejarah perempuan Islam, kiranya dapat kita berikan contoh tokoh-tokoh perempuan nan sangat mulia hatinya dan kuat imannya, yaitu adanya ummul mukminin atau perempuan shaliha (muslimah yang taat) yaitu Siti khadijah (isteri pertama Rasulullah SAW. Atas berkatnya hadist-hadist bisa dapat diketahui secara pasti) dan Siti Fatimah (putri Rasulullah dan isteri iman Ali). Kiranya tokoh-tokoh tersebut dapat menjadi inspirator perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, bukan berarti kita menyampingkan tokoh-tokoh muslimah lainnya yang telah banyak berjuang untuk kebaikan selama dalam sejarah keperempuan.
Marilah kiranya kita lihat keadaan mayoritas perempuan muslim Indonesia hari ini, kita melihat adanya pergeseran nilai, kultural, pergeseran pemahaman atau belum sama sekali paham dengan apa yang dialaminya saat ini. Perempuan muslim saat ini, khususnya di Indonesia, dalam ukuran mayoritas tidak mencerminkan  sebagai muslimah yang baik. Saat ini, mengumbar-umbar aurat sudah hal yang biasa dalam kesehari-hariannya. Perempuan yang menutup auratnya dikatakan tidak zamani dan kolot, sedangkan yang mempertontonkan aurat kepada orang yang tidak berhak dipandang suatu trand dan dikatakan maju. Sungguh pola pemikiran yang salah pada pandangan tersebut. Singkatnya, tidak terlihat adanya semangat islam dalam dirinya.
Kalau kita tarik kebelakang (sejarah penjajahan Belanda di Indonesia), perempuan-perempuan Indonesia sangat membenci adanya budaya-budaya yang datang dari Barat apalagi itu dari Belanda. Jangankan meniru bahasanya, memakai pakaian ala Belanda mereka tidak mau bahkan lagu-lagu ejekan. Alasannya, karena menurut mereka hal itu dapat mengikis nasionalismenya, dengan sikap itu perempuan ikut berjuang untuk negara dengan segala cara yang dilakukannya. Sungguh mereka adalah perempuan-perempuan pejuang di Indonesia, suatu sosok perempuan yang ideal.
Meneropong masa sekarang, bagaimana perempuan-perempuan Indonesia, khususnya perempuan Islam di Indonesia ? seperti apakah mereka saat ini ? berjuang dengan cara apa yang bisa dibuatnya untuk mempertahankan Indonesia dan agamanya yang diserang secara terus menerus secara halus. Diserang secara halus maksudnya adalah perempuan dipengaruhi atau dirusak dengan menggunakan sarana-prasarana yang diciptakan di Era Globalisasi dan modernisasi saat ini. Dahulunya perempuan Indonesia sangat membenci cara-cara orang penjajah dalam pola sikapnya dan tindakannya , seperti mempertontonkan auratnya, sekarang kita lihat lewat begitu didepan mata kita setiap harinya. Hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi mereka, lebih miris lagi saat ini banyak kita lihat artis-artis mempertontonkan auratnya dengan bebas lewat Televisi. Dari pertujukan-pertunjukan liar itu, banyak pulalah perempuan yang mengikuti gaya berpakain artis tersebut.
Berangkat dari kondisi ini, jauh-jauh hari sudah lama realitas ini ditangkap oleh satu kelompok intelektual muslimah, maka dari itu dibentuklah korps HMI Wati (KOHATI), suatu lembaga semi-otonom ini jelas diisi oleh mahasiswi-mahasiswi Islam (Muslimah) atau sering kita sebut HMI-Wati yang telah dikader, dibina secara mandiri, terdidik menjadi perempuan-perempuan yang berkualitas, sehingga HMI-Wati mengerti dan paham dalam peran perempuan dalam pembangunan negara.
Pada Mukaddimah Pedoman Dasar KOHATI (PDK) menyebutkan bahwa dalam rangka memaknai peran strategis tersebut, HMI-Wati dituntut untuk mengusai Ilmu Agama sebagai landasan atas keimanan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk kemudahan dalam aktivitas di dunia, serta keterampilan yang tinggi dengan senantiasa menyadari fitrahnya. Lebih lanjut, tujuan KOHATI yang diisi HMI-Wati adalah terbinanya muslimah yang berkualitas insan cita. Dimana kita ketahui kualitas insan cita dalam tafsir tujuan HMI itu terdiri: (a). Kualitas insan akademis, (b). Kualitas insan pencipta, (c). Kualitas insan pengabdi, (d). Kualitas insan yang bernafaskan islam dan (e). Kualitas insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Untuk melihat usaha yang dilakukan dalam mewujudkan HMI-Wati. Dengan itu HMI-Wati mempunyai kelebihan, yaitu: (a), kualifikasi Intelektual, (b). Kualifikasi kepemimpinan, (c). Kualifikasi manajerial, (d). Kualifiksi Kemandirian. Disamping itu, ada wacana HMI-Wati dan juga spesifikasi gerakan dengan menggabungkan kajian Tridharma Perguruan Tinggi, dan keperempuanan masa kini.
Wati yang menjadi sosok perempuan yang ideal, perempuan yang penuh keimanan, perempuan yang akan berguna untuk negara dan bangsa dan juga keluarganya. HMI-Wati tidak mudah terpengaruh  dengan arus liberalisme, globalisasi dan modernisasi yang menjurumuskan manusia. Kalaupun modernisasi tidak terbendung lagi, maka HMI-Wati sudah siap menghadapinya dan tidak menjadi korban. HMI-Wati tidak akan menjadi perempuan pengumbar aurat, perempuan pengrusak tatanan masyarakat tidak menjadi perempuan amoral.
Dengan kualitas insan citanya, dan proses yang dialaminya (proses psikologi dan Intelektual), jadi HMI-Wati dengan kemampuan atau kualiatas iman yang kuat, intelektual yang tinggi, perempuan yang mandiri dan perempuan yang bermoral. Jadilah ia menjadi sosok perempuan ideal yang mengerjakan amal kebijakan untuk kehidupan yang lebih baik.

















BAB  III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
ü  Dalam sebuah pekerjaan laki-laki mempunyai tugas yang sama dengan seorang administrasi perempuan. Padahal seorang perempuan dan laki-laki di rumah dalam hal pekerjaan belum tentu ada sebuah kesetaraan. Betapa berat beban perempuan untuk menjadi modern dengan peran ganda tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi telah menawarkan banyak kesempatan baru bagi perempuan dan laki-laki, kenyataan menunjukkan bahwa partisipasi perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki baik dibidang rekayasa, dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada umumnya.
ü  Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perempuan juga memiliki andil yang besar baik itu sebagai pengguna maupun sebagai pengembang dari teknologi itu sendiri. Perkembangan dan dampak teknologi dalam dunia komunikasi yang begitu pesat memberikan dampak yang cukup positif  bagi perempuan, bagi sebagian perempuan teknologi dijadikan sebagai alat memperjuangkan untuk memperoleh   kesetaraan dengan laki-laki. Dengan adanya teknologi dalam dunia komunikasi sekarang perempuan menjadi lebih mudah untuk menunjukkan eksistensinya. Adanya perkembangan teknologi dalam dunia komunikasi , perempuan saat ini dapat dengan mudah untuk menyebarkan gagasan dan ide mereka dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
ü  Perempuan muslim saat ini, khususnya di Indonesia, dalam ukuran mayoritas tidak mencerminkan sebagai muslimah yang baik, karena mengumbar-umbar aurat sudah hal yang biasa dalam kesehari-hariannya. Perempuan saat ini dipengaruhi atau dirusak dengan menggunakan sarana-prasarana yang diciptakan di Era Globalisasi dan modernisasi. Karena dari itu, maka dibentuklah korps HMI-Wati (KOHATI) untuk menciptakan muslimah yang berkualitas insan cita, dengan kualitas insan citanya, HMI-Wati tidak mudah terpengaruh dengan arus liberalisme, globalisasi dan modernisasi yang menjerumuskan manusia.  Kalaupun modernisasi tidak terbendung lagi, maka HMI-Wati sudah siap menghadapinya dan tidak menjadi korban. HMI-Wati tidak akan menjadi perempuan pengumbar aurat, perempuan pengrusak tatanan masyarakat tidak menjadi perempuan amoral. Karena HMI-Wati dengan kemampuan atau kualitas iman yang kuat, imtelektual yang tinggi, perempuan yang mandiri dan perempuan yang bermoral dan sosok perempuan ideal yang mengerjakan amal kebijakan untuk kehidupan yang lebih baik.
3.2  SARAN
Kemajuan IPTEK sangat berdampak bagi kehidupan manusia di dunia, utamanya bagi kaum perempuan. Sebagai generasi muda penerus bangsa sudah selayaknya belajar untuk menggunakan dan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebaik mungkin, selain itu kita juga mengambil peran dan posisi menduduki strategis yang begitu banyak tersedia. Sudah semestinya kita bersatu menguasai IPTEK agar tidak kalah dengan bangsa lain itu.


EmoticonEmoticon