KESETARAAN GENDER DALAM PERKEMBANGAN IPTEK
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
i
DAFTAR
ISI
ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1
1.2 Rumusan Masalah
2
1.3 Tujuan Masalah
2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hubungan antara Gender dan IPTEK
3
2.2 Peran Perempuan dalam
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
5
2.3 Peran IPTEK
dalam Mewujudkan Muslimah yang Berkualitas Insan Cita
7
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
11
3.2
Saran
12
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Tantangan yang dihadapi pada masa
jahiliyah dahulu adalah masyarakat yang bobrok, bodoh, dan terbelakang.
Tantangan islam pada masa kini adalah menghadapi paham-paham materialisme.
Dalam menghadapi masalah tersebut, dunia memerlukan seorang perempuan. Peran
perempuan merupakan titik pusat yang strategis dalam pembentukan generasi
dimasa yang akan datang.
Perempuan merupakan seorang sosok
yang harus dilindungi, dimengerti dan diperhatikan. Bukan untuk dikekang,
melainkan diberi kebebasan untuk mengekspresikan hidupnya dengan segala
kemampuan yang ada, karena mereka memiliki bakat terpendam yang sangat
disayangkan bila anugerah itu tidak dimanfaatkan dan dituangkan dalam sebuah
karya seni, sebagai bukti nyata dan hasil pemikiran sebuah karya seni, yang
mana hal tersebut dapat diambil manfaatnya oleh banyak orang dalam kehidupan
dengan benar dan tepat.
Apalagi di zaman sekarang ini,
dimana emansipasi wanita sudah diakui adanya oleh seluruh elemen yang ada,
sehingga dapat memberi kemudahan dan kelancaran untuk terus berkarya tanpa
adanya ancaman yang mencekam diri mereka.
Hal ini sejalan dengan cita-cita
dari Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan kesamaan hak antara laki-laki
dan perempuan.
Pergeseran peran perempuan yang semula
pada kerja reproduktif ke produktif
semakin lama menunjukkan gejala peningkatan. Secara kuantitas, perempuan memang
lebih unggul dibandingkan laki-laki, hal ini menunjukkan bahwa sumber daya
perempuan memiliki potensi untuk berperan serta dalam pembangunan. Kualitas
sumber daya perempuan juga tidak kalah dibandingkan dengan laki-laki.
Pengembangan
IPTEK adalah merupakan salah satu bagian dalam pembangunan di Indonesia. Karena IPTEK merupakan salah satu
bagian yang punya peranan penting bagi kemajuan dan keberhasilan suatu negara.
Dalam mengembangkan IPTEK ini sangat dibutuhkan adanya suatu kerjasama dari
semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat.
Dibutuhkan
platform yang bertujuan untuk mendorong dan memberdayakan perempuan dan
mengoptimalkan teknologi dengan menyediakan pelatihan bagi perempuan untuk
belajar teknologi dan menjadi bagian dari solusi.
Di era
perkembangan teknologi sekarang ini begitu banyak peluang-peluang perempuan
dalam mendapatkan peran-peran yang stategis. Namun pada kenyataanya/ realitas
hari ini perempuan masih banyak yang belum memahami IPTEK dan Gender itu
sendiri. Bahkan yang miris selainislam secara umum masih ada beberapa kader
HMI-Wati merebut peluang-peluang yang tersedia sekarang ini era teknologi ini
(era perkembangan IPTEK). Maka dengan latar belakang masalah ini saya buat
makalah ini dengan tema “Perempuan dan IPTEK; mendobrak konstruk lama
dan lebih bertanggung jawab”.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang diatas maka rumusan masalah makalah ini sebagai berikut :
1.
Bagaimana hubungan antara gender dan
IPTEK ?
2.
Bagaimana peran perempuan dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi ?
3.
Bagaimana peran IPTEK dalam mewujudkan
muslimah yang berkualitas insan cita?
1.3. TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan makalah
ini disusun sebagai berikut :
1.
Untuk memahami hubungan antara gender
dan IPTEK.
2.
Agar mengetahui peran perempuan dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.
Untuk mengetahui peran IPTEK dalam
mewujudkan muslimah yang berkualitas insan cita.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. HUBUNGAN ANTARA
GENDER DAN IPTEK
Disadari atau tidak, peran perempuan
sangatlah besar dalam bidang pembangunan bangsa. Peran ini tidak saja dalam
keadaan sekarang setelah perang kemerdekaan. Perempuan pada jaman revolusi
untuk mencapai kemerdekaan juga sangat berperan, sebagai contohnya banyak tokoh
dan pejuang perempuan seperti Cut Nyak Din, Cut Mutia, Dewi Sartika dan
lain-lain. Meskipun peran tersebut tidak secara eksplisit seperti sekarang maka
perempuan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan.
Pada jaman modern seperti sekarang
ini peran tidak diragukan lagi. Banyak perempuan yang sekarang ini bekerja pada
sektor publik sebagai guru, dokter, pengacara, politikus, polisi, ekonom,
bahkan sebagai presiden. Perempuan yang bekerja di sektor publik secara
naluriah tidak dapat terlepas begitu saja dari image perempuan yang identik
dengan sektor domestik. Bagi perempuan bekerja di luar rumah maka kesuksesan
dalam bidang profesi yang ditekuni bukan berarti kesuksesan dalam hidupnya.
Bila seorang perempuan sangat sukses di dalam karir maka orang akan berkata
nanti dulu bagaimana dengan rumah tangganya?
Peran ganda perempuan akan membuat
perempuan memikul beban yang sangat berat karena di satu pihak perempuan yang
sudah terjun ke dalam sektor publik harus mempunyai tanggung jawab dalam
profesinya sama dengan laki-laki. Sebagai contoh seorang staf administrasi
laki-laki mempunyai tugas yang sama dengan seorang administrasi perempuan.
Padahal seorang perempuan dan laki-laki di rumah dalam hal pekerjaan belum
tentu ada sebuah kesetaraan. Betapa berat beban perempuan untuk menjadi modern
dengan peran ganda tersebut.
Meskipun ilmu pengetahuan dan
teknologi telah menawarkan banyak kesempatan baru bagi perempuan dan laki-laki,
kenyataan menunjukkan bahwa partisipasi perempuan masih lebih rendah daripada
laki-laki baik di bidang rekayasa, dan ilmu pengetahuan dan teknologi pada
umumnya.Dampak selanjutnya dari rendahnya partisipasi adalah hilangnya
kesempatan untuk berperan sentral dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Selain
itu juga akan menghilangkan kreativitas perempuan.
Adanya fenomena tersebut maka UNESCO
bekerjasama dengan LIPI untuk membentuk sekretariat regional untuk gender, ilmu
pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Pasifik. Pembentukan badan ini
merupakan perwujudan dari rekomendasi konferensi Dunia Perempuan dan konferensi
Dunia tentang pengetahuan. Sekretariat tersebut diharapkan dapat meningkatkan
peran serta perempuan khususnya dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Selain
itu pusat penelitian dan pengembangan kependudukan dan ketenagakerjaan LIPI
juga mengutamakan gender mainstreaming dalam kegiatan penelitian. Adanya hal
ini diharapkan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tercapainya
kesetaraan gender di bidang IPTEK.
Perempuan memainkan peran penting
dalam pembangunan ekonomi di negara berkembang melalui peran triple-nya yaitu
dalam pengelolaan masyarakat, reproduksi dan produksi. Perempuan berperan dalam
produksi energi dan air, perawatan kesehatan meningkatkan pendapatan keluarga
menyelengarakan pendidikan dan lain lain. UNESCO telah membentuk Jaringan yang
berupaya untuk menghubungkan perempuan dengan perkembangan IPTEK. Pemerintah
Indonesia dalam hal ini melalui menteri pemberdayaan perempuan telah
memformulasikan beberapa misi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup
perempuan dengan mengintensifkan advokasi kesamaan gender, mengeliminasi semua
bentuk kekerasan terhadap perempuan, meningkatkan perlindungan dan
kesejahteraan terhadap perempuan dan
anak, meningkatkan kapasitas organisasi perempuan.
Seiring
dengan perkembangan zaman,
kehidupan manusia juga mengalami
perkembangan dan mengalami perubahan positif dan perubahan negatif. Teknologi
yang muncul saat ini merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui
proses yang disebut metode ilmiah. Sedangkan teknologi
adalah pengetahuan dan keterampilan yang merupakan penerapan ilmu
pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan iptek, adalah
hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan
mengembangkan iptek.
Perkembangan
iptek saat ini meliputi berbagai bidang diantaranya meliputi bidang komunikasi,
kesehatan, transportasi dan bidang-bidang lainnya yang semakin kompleks. Islam
sebagai agama yang tawazun, tidak melarang manusia memanfatkan berbagai macam
teknologi saat ini. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah
S.W.T. yang paling sempurna sekaligus sebagai khalifah di bumi, manusia perlu
mengungkap seluruh nikmat Allah yang masih tersembunyi dengan Ilmu pengetahuan
sebagai wujud syukur manusia terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah S.W.T.
Ilmu pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi teknologi yang mampu mempermudah
manusia untuk hidup di dunia. Tidaklah heran bila Islam mewajibkan umatnya
untuk menuntut ilmu, bahkan dalam hadist mengatakan
“ Tuntutlah ilmu walau
ke negeri Cina ”
Allah
S.W.T. juga akan
memberikan karunia yang melimpah bagi orang yang
mau menuntut ilmu.
Dalam
surah Al-Alaq
ayat 1, Allah S.W.T. berfirman:
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.”
Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa manusia
telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan
pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam,
karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap
berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam.
IPTEK merupakan salah satu hal yang tidak bisa kita lepaskan
dalam kehidupan kita, karena pada dasarnya kita mempunyai suatu anugerah
terbesar yang diberikan Allah SWT. Hanya kepada kita (manusia) tidak untuk
mahkluk yang lain, yaitu sebuah akal dan pikiran. Dengan akal dan fikiran
tersebutlah kita dapat berinteraksi kita dapat berinteraksi dengan ilmu.
Sedangkan teknologi dapat kita gunakan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan
itu sendiri. Namun tidak semua IPTEK yang diciptakan ilmuwan itu baik untuk
kita, terkadang ada pula yang memakai bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan
lingkungan, padahal Allah melarang kita membuat kerusakan, seperti dalam
firmannya: “ dan janganlah kamu membuat kerusakan
dimuka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa
takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat
Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Baqarah :
56).
2.2. PERAN PEREMPUAN DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Perkembangan teknologi memberikan
dampak yang cukup positif bagi kehidupan manusia. Termasuk juga dalam dunia
komunikasi, saat ini komunikasi menjadi sesuatu hal yang mudah di lakukan tanpa
mengenal batasan jarak maupun tempat. Selain itu, dalam dunia media massa
perkembangan teknologi juga mampu memberikan kemudahan bagi kita untuk
memperoleh informasi secara cepat.
Tetapi disini kita akan membahas
sisi perempuan dalam dampak pesat teknologi tersebut. Ternyata dalam
perkembangan teknologi, perempuan juga memiliki andil yang besar baik itu
sebagai pengguna maupun sebagai pengembang dari teknologi itu sendiri.
Sekarang kita pasti bertanya apa pentingnya
teknologi pada perempuan ? Banyak orang yang berasumsi bahwa perempuan adalah
warga nomor kelas dua, di bawah laki-laki. Lebih parahnya hal ini juga didukung
dengan budaya yang dibentuk masyarakat bahwa perempuan itu mahluk yang lemah dan selalu butuh bantuan
laki-laki. Maka dari itu, banyak istilah-istilah yang muncul di masyarakat
bahwa perempuan itu konco wingking atau
tugas perempuan itu 3 M (macak, manak, masak). Namun, bagi perempuan sekarang
budaya tersebut mulai mereka lawan. Para perempuan saat ini berusaha ingin menunjukkan jika
mereka bisa setara dengan laki-laki bahkan bisa lebih di atas laki-laki.
Perkembangan dan dampak teknologi
dalam dunia komunikasi yang begitu pesat memberikan dampak yang cukup positif
bagi perempuan. Bagi sebagian perempuan
teknologi dijadikan sebagai alat memperjuangkan untuk memperoleh kesetaraan
dengan laki-laki. Dengan adanya teknologi dalam dunia komunikasi sekarang perempuan menjadi lebih mudah untuk
menunjukkan eksistensinya. Adanya perkembangan teknologi dalam dunia
komunikasi, perempuan saat ini dapat dengan mudah untuk menyebarkan gagasan dan
ide mereka dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Gagasan
dan ide tersebut biasanya dapat memberi sumbangsih bagi perempuan lainnya untuk
bisa lebih maju dan berkembang. Perkembangan teknologi juga dapat mengubah
paham bahwa dunia perempuan tidak hanya di rumah saja tetapi berkembang lebih
luas.
Dalam era modern sekarang, banyak
bukti yang menunjukkan bahwa perempuan berperan besar dalam perkembangan dunia
teknologi. Salah satu contohnya adalah Sheryl Sandberg, COO Facebook. Sheryl
Sandberg juga memiliki kisah dengan Google. Ia pernah menjabat sebagai Wakil
Presiden Perusahaan Penjualan Online Global. Di Facebook, Sheryl Sandberg kini
menjabat sebagai Chief Operation Officer. Ia menduduki posisi tersebut pada bulan
Maret 2008. Ia adalah perempuan yang menjadi Vice Precident didalam Google
tetapi Mark Zuckerberg sangat senang melihat kecerdasan yang ia punya dalam
mencari jumlah khalayak dalam bidang penjualannya di teknologi(sekali lagi
dampak teknologi ternyata cukup besar) dan ditariklah Sherly bergabung dengan
facebook lalu posisi kedudukan Sheryl di kantor Facebook adalah posisi teratas
nomor dua setelah Mark Zuckerberg sendiri. Selain Sheryl Sandberg, masih banyak
perempuan-perempuan pintar yang memiliki pengaruh dalam perkembangan teknologi
dunia mereka antara lain Meg Whitman (Presiden dan CEO Hewlett Packard),
Marissa Mayer (Google VP of Location and Local Services), Susan Wojcicki
(Google SVP of Advertising), Ursula Burns (CEO Xerox), Safra Catz (President
Oracle), Cher Wang (Co-Founder and Chairperson HTC), Virginia Rometty (CEO dan
President IBM), dan Ellen Kullman (CEO Dupont).
Dari beberapa contoh di atas kita
dapat mengetahui bahwa tidak selamanya laki-laki memiliki kuasa dalam
perkembangan teknologi dalam dunia komunikasi. Tentunya kita sebagai perempuan,
juga harus bangga dan bisa termotivasi dari contoh perempuan-perempuan perkasa
yang ada dalam perkembangan atas dampak teknologi dunia tersebut. Sudah
selayaknya, para perempuan menggunakan perkembangan teknologi menjadi
sebuah alat untuk bisa melawan konstruksi budaya dalam masyarakat tentang
perempuan. Selain itu, teknologi tidak selamanya memberi kesan negative tetapi
adanya dampak positif bagi kaum perempuan jika teknologi bisa kita kembangkan
dengan baik. Sebagai seorang perempuan, kita juga harus pintar dalam
memanfaatkan perkembangan teknologi. Maka dari itu, para perempuan harus selalu
meyakini bahwa didalam teknologi ini peran kita juga dapat dibutuhkan.
Apalagi pada zaman sekarang ini
dimana emansipasi perempuan sudah diakui adanya oleh seluruh elemen yang ada,
sehingga dapat memberikan kemudahan dan kelancaran untuk terus berkarya tanpa
adanya ancaman yang mencekam diri mereka.
Seiring dengan perkembangan zaman,
perempuan masa kini tampil menjadi figure penting di tengah-tengah kehidupan
masyarakat, dalam memajukan berbagai bidang kehidupan yang mana tidak kalah
kualitasnya dengan hasil kerja kaum laki-laki. Contohnya, kemjuan budaya dan
teknologi. Dimana perempuan ikut berperan didalamnya. Hal ini tidak terlepas
dari pengalaman masa lalu yang dipelopori oleh Pahlawan Perempuan kita R.A.
Kartini, yang dengan kesabaran, keuletan serta semangat yang menggebu-gebu
dalam dirinya untuk mengangkat derajat kaum perempuan yang hingga kini
jasa-jasanya dapat dirasakan sepenuhnya, dan dikenang sepanjang masa oleh
seluruh perempuan Indonesia.
Tantangan yang dihadapi pada masa
jahiliyah dahulu adalah masyarakat yang bobrok, bodoh, dan terbelakang.
Tantangan Islam pada masa kini adalah menghadapi paham-paham materialisme.
Dalam mengahadapi masalah tersebut, dunia memerlukan seorang perempuan. Peran
perempuan merupakan titik pusat yang starategis dalam pembentukan generasi di masa
yang akan datang.
Banyak sekali teknologi yang diciptakan oleh manusia dapat
mempermudah pekerjaan perempuan. Teknologi tersebut adalah teknogi yang
diciptakan untuk membuat perempuan menjadi lebih nyaman dan mudah dalam
menjalankan aktifitasnya bukan teknologi yang secara eksplisit akan mempermudah pekerjaan perempuan akan
tetapi secara implisit akan membuat
perempuan mengalami tekanan psikologis dan fisik akibat adanya teknogi
tersebut. Teknogi pertama yang diciptakan perempuan yang dapat mempermudah
pekerjaan perempuan adalah teknogi botol susu.
Pada zaman dahulu bayi yang dilahirkan pada bulan-bulan awal secara
otomatis menggunakan asi (air susu ibu) eksklusif, dimana makanan bayi tidak
mendapat formulasi dari luar tubuh ibu. Pada keadaan demikian maka seorang
perempuan yang baru melahirkan beberapa jam sudah harus melakukan aktivitas
untuk menyusui bayinya. Pada perempuan
yang berada pada era domestik (sebagai ibu rumah tangga) hal ini tidak akan menjadi
masalah. Apabila seorang perempuan yang bekerja atau bagi perempuan yang
mempunyai kelainan pada putting susu sehinnga akan mengalami kesulitan saat
menyusui maka suatu teknogi diperlukan bagi seorang perempuan. Teknologi
pertama yang diciptakan oleh seorang perempuan adalah teknologi botol susu.
Dengan adanya teknologi ini maka aktivitas menyusui tidak harus sepenuhnya
dilakukan oleh perempuan akan tetapi pekerjaan ini juga dapat dilakukan oleh
laki-laki setalah ASI ditampung di dalam botol.
2.3. PERAN IPTEK DALAM MEWUJUDKAN MUSLIMAH YANG BERKUALITAS INSAN CITA
”Perempuan adalah tiang negara,bila
kaum perempuannya baik maka baiklah negaranya, dan apabila perempuannya buruk
(amoral) maka buruklah negaranya”.
Penuturan kata-kata diatas adalah suatu syair yang kita ketahui dari arab.
Penegasan kata-kata tersebut lebih diabadikan di dalam paragraf Mukaddimah
Pedoman Dasar KOHATI (PDK). Syair tersebut adalah suatu harapan atau suatu
gambaran keadaan realitas dalam negara yang apabila perempuannya baik maka
baiklah negaranya, atau sebaliknya. Perkataan syair tersebut, penulis pernah
mendengar dari suatu film kerajaan di Indonesia, yaitu film Angling Dharma.
Perkataan yang persis seperti diatas terucap dari ayahnya Dewi Sekarwangi saat
awal keberangkatan Angling Dharma dan Dewi Sekarwangi dari rumah ayahnya,
setelah diselesaikannya pernikahan mereka. Sungguh memang perempuan menjadi
sosok yang sangat luar biasa pengaruhnya.
Landasan yang lebih kuat lagi
tentang kedudukan perempuan bagi kita yang meyakini sumber Islam (al-qur’an dan
hadits), dalam hadits Rasullullah menyebutkan kedudukan seorang ibu sampai tiga kali dan keempat kalinya barulah
Ayah. Dalam ayat disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan,
yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena
itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana
dikemukakan dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا
رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ
ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ،
قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu
Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang
kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah,
kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian
siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang
tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’
Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim
no. 2548)
Imam
Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan
kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan
terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu
sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah
kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena
kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan
kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu.
Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah
tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi
Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan
ayah).
Kejadian hadist itu ketika seorang sahabat
bertanya berangkat dari perjuangan membela kaum perempuan pada masa itu.
Dalam sejarah perempuan Islam,
kiranya dapat kita berikan contoh tokoh-tokoh perempuan nan sangat mulia
hatinya dan kuat imannya, yaitu adanya ummul mukminin atau perempuan shaliha
(muslimah yang taat) yaitu Siti khadijah (isteri pertama Rasulullah SAW. Atas
berkatnya hadist-hadist bisa dapat diketahui secara pasti) dan Siti Fatimah
(putri Rasulullah dan isteri iman Ali). Kiranya tokoh-tokoh tersebut dapat
menjadi inspirator perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, bukan berarti
kita menyampingkan tokoh-tokoh muslimah lainnya yang telah banyak berjuang
untuk kebaikan selama dalam sejarah keperempuan.
Marilah kiranya kita lihat keadaan
mayoritas perempuan muslim Indonesia hari ini, kita melihat adanya pergeseran
nilai, kultural, pergeseran pemahaman atau belum sama sekali paham dengan apa
yang dialaminya saat ini. Perempuan muslim saat ini, khususnya di Indonesia,
dalam ukuran mayoritas tidak mencerminkan
sebagai muslimah yang baik. Saat ini, mengumbar-umbar aurat sudah hal
yang biasa dalam kesehari-hariannya. Perempuan yang menutup auratnya dikatakan
tidak zamani dan kolot, sedangkan yang mempertontonkan aurat kepada orang yang
tidak berhak dipandang suatu trand dan dikatakan maju. Sungguh pola pemikiran
yang salah pada pandangan tersebut. Singkatnya, tidak terlihat adanya semangat
islam dalam dirinya.
Kalau kita tarik kebelakang (sejarah
penjajahan Belanda di Indonesia), perempuan-perempuan Indonesia sangat membenci
adanya budaya-budaya yang datang dari Barat apalagi itu dari Belanda. Jangankan
meniru bahasanya, memakai pakaian ala Belanda mereka tidak mau bahkan lagu-lagu
ejekan. Alasannya, karena menurut mereka hal itu dapat mengikis nasionalismenya,
dengan sikap itu perempuan ikut berjuang untuk negara dengan segala cara yang
dilakukannya. Sungguh mereka adalah perempuan-perempuan pejuang di Indonesia,
suatu sosok perempuan yang ideal.
Meneropong masa sekarang, bagaimana
perempuan-perempuan Indonesia, khususnya perempuan Islam di Indonesia ? seperti
apakah mereka saat ini ? berjuang dengan cara apa yang bisa dibuatnya untuk mempertahankan
Indonesia dan agamanya yang diserang secara terus menerus secara halus.
Diserang secara halus maksudnya adalah perempuan dipengaruhi atau dirusak
dengan menggunakan sarana-prasarana yang diciptakan di Era Globalisasi dan
modernisasi saat ini. Dahulunya perempuan Indonesia sangat membenci cara-cara
orang penjajah dalam pola sikapnya dan tindakannya , seperti mempertontonkan
auratnya, sekarang kita lihat lewat begitu didepan mata kita setiap harinya.
Hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi mereka, lebih miris lagi saat ini banyak
kita lihat artis-artis mempertontonkan auratnya dengan bebas lewat Televisi.
Dari pertujukan-pertunjukan liar itu, banyak pulalah perempuan yang mengikuti
gaya berpakain artis tersebut.
Berangkat dari kondisi ini,
jauh-jauh hari sudah lama realitas ini ditangkap oleh satu kelompok intelektual
muslimah, maka dari itu dibentuklah korps HMI Wati (KOHATI), suatu lembaga
semi-otonom ini jelas diisi oleh mahasiswi-mahasiswi Islam (Muslimah) atau
sering kita sebut HMI-Wati yang telah dikader, dibina secara mandiri, terdidik
menjadi perempuan-perempuan yang berkualitas, sehingga HMI-Wati mengerti dan
paham dalam peran perempuan dalam pembangunan negara.
Pada Mukaddimah Pedoman Dasar KOHATI
(PDK) menyebutkan bahwa dalam rangka memaknai peran strategis tersebut,
HMI-Wati dituntut untuk mengusai Ilmu Agama sebagai landasan atas keimanan,
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk kemudahan dalam aktivitas di
dunia, serta keterampilan yang tinggi dengan senantiasa menyadari fitrahnya.
Lebih lanjut, tujuan KOHATI yang diisi HMI-Wati adalah terbinanya muslimah yang
berkualitas insan cita. Dimana kita ketahui kualitas insan cita dalam tafsir
tujuan HMI itu terdiri: (a). Kualitas insan akademis, (b). Kualitas insan
pencipta, (c). Kualitas insan pengabdi, (d). Kualitas insan yang bernafaskan
islam dan (e). Kualitas insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat
adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Untuk melihat usaha yang dilakukan
dalam mewujudkan HMI-Wati. Dengan itu HMI-Wati mempunyai kelebihan, yaitu: (a),
kualifikasi Intelektual, (b). Kualifikasi kepemimpinan, (c). Kualifikasi
manajerial, (d). Kualifiksi Kemandirian. Disamping itu, ada wacana HMI-Wati dan
juga spesifikasi gerakan dengan menggabungkan kajian Tridharma Perguruan
Tinggi, dan keperempuanan masa kini.
Wati yang menjadi sosok perempuan
yang ideal, perempuan yang penuh keimanan, perempuan yang akan berguna untuk
negara dan bangsa dan juga keluarganya. HMI-Wati tidak mudah terpengaruh dengan arus liberalisme, globalisasi dan
modernisasi yang menjurumuskan manusia. Kalaupun modernisasi tidak terbendung
lagi, maka HMI-Wati sudah siap menghadapinya dan tidak menjadi korban. HMI-Wati
tidak akan menjadi perempuan pengumbar aurat, perempuan pengrusak tatanan
masyarakat tidak menjadi perempuan amoral.
Dengan kualitas insan citanya, dan
proses yang dialaminya (proses psikologi dan Intelektual), jadi HMI-Wati dengan
kemampuan atau kualiatas iman yang kuat, intelektual yang tinggi, perempuan
yang mandiri dan perempuan yang bermoral. Jadilah ia menjadi sosok perempuan
ideal yang mengerjakan amal kebijakan untuk kehidupan yang lebih baik.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
ü
Dalam sebuah pekerjaan laki-laki mempunyai tugas
yang sama dengan seorang administrasi perempuan. Padahal seorang perempuan dan
laki-laki di rumah dalam hal pekerjaan belum tentu ada sebuah kesetaraan.
Betapa berat beban perempuan untuk menjadi modern dengan peran ganda tersebut.
Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi telah menawarkan banyak kesempatan baru
bagi perempuan dan laki-laki, kenyataan menunjukkan bahwa partisipasi perempuan
masih lebih rendah daripada laki-laki baik dibidang rekayasa, dan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK) pada umumnya.
ü
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, perempuan juga memiliki andil yang besar baik itu sebagai pengguna
maupun sebagai pengembang dari teknologi itu sendiri. Perkembangan dan dampak
teknologi dalam dunia komunikasi yang begitu pesat memberikan dampak yang cukup
positif bagi perempuan, bagi sebagian
perempuan teknologi dijadikan sebagai alat memperjuangkan untuk memperoleh kesetaraan dengan laki-laki. Dengan adanya
teknologi dalam dunia komunikasi sekarang perempuan menjadi lebih mudah untuk
menunjukkan eksistensinya. Adanya perkembangan teknologi dalam dunia komunikasi
, perempuan saat ini dapat dengan mudah untuk menyebarkan gagasan dan ide
mereka dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
ü
Perempuan muslim saat ini, khususnya di
Indonesia, dalam ukuran mayoritas tidak mencerminkan sebagai muslimah yang
baik, karena mengumbar-umbar aurat sudah hal yang biasa dalam
kesehari-hariannya. Perempuan saat ini dipengaruhi atau dirusak dengan
menggunakan sarana-prasarana yang diciptakan di Era Globalisasi dan
modernisasi. Karena dari itu, maka dibentuklah korps HMI-Wati (KOHATI) untuk
menciptakan muslimah yang berkualitas insan cita, dengan kualitas insan
citanya, HMI-Wati tidak mudah terpengaruh dengan arus liberalisme, globalisasi
dan modernisasi yang menjerumuskan manusia.
Kalaupun modernisasi tidak terbendung lagi, maka HMI-Wati sudah siap
menghadapinya dan tidak menjadi korban. HMI-Wati tidak akan menjadi perempuan
pengumbar aurat, perempuan pengrusak tatanan masyarakat tidak menjadi perempuan
amoral. Karena HMI-Wati dengan kemampuan atau kualitas iman yang kuat,
imtelektual yang tinggi, perempuan yang mandiri dan perempuan yang bermoral dan
sosok perempuan ideal yang mengerjakan amal kebijakan untuk kehidupan yang
lebih baik.
3.2 SARAN
Kemajuan IPTEK sangat berdampak
bagi kehidupan manusia di dunia, utamanya bagi kaum perempuan. Sebagai generasi
muda penerus bangsa sudah selayaknya belajar untuk menggunakan dan memanfaatkan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebaik mungkin, selain itu kita juga mengambil
peran dan posisi menduduki strategis yang begitu banyak tersedia. Sudah
semestinya kita bersatu menguasai IPTEK agar tidak kalah dengan bangsa lain itu.
EmoticonEmoticon